sang penikmat sajaak

Foto saya
Batang, Batang/Jawa tengah, Indonesia

Jumat, 11 Januari 2019

 KETIKA SANG PECANDU KOPI KEHILANGAN SECANGKIR KOPINYA.  

Pada sebuah pagi, yang dibingkai dengan indahnya mentari pagi. udara segarpun menemani pagi ini, sang pemuda yang ketika itu kehilangan bagaimana cara menikmati kopi, bangun dari tidurnya yang memimpikan ambisi yang luar biasa ataupun ambisi yang akan membuat dunia tercengang pada dirinya ia pun mulai bangkit dari tidrnya dan berusaha berdiri walaupun nyawanya masih setengah, tetapi ia pun berusaha berdiri dengan tegak bagaikan barisan tentara yang siap untuk bertempur.

Ketika ia melangkahkan kakinya menuju dapur, mungkin tak ada lagi pada pikiran pemuda itu kalau tidak mencari serbuk kopi untuk ia seduh. tapi yang paling kecewa dari pemuda ini, ia sudah mencari-cari sekat demi sekat dari almari dapurnya tapi apa, ada daya yang ada hanya green tea yang masih tersegel di dalam toples itu pun mungkin masih sedikit. sang pemuda tak pikir panjang untuk membuka toples yang masih tersegel, ia pun menyiapkan gelas kaca yang udah berisi butiran-butiran gula yang sudah sesuai takaran, ia pun mempadukan green tea dengan gula di dalam gelas kaca itu, ketika sang pemuda mulai menyeduhkan air hangat ke dalam gelas kaca itu aroma green tea yang khas itu pun mulai terhirup, seketia itu angan-angan yang ada di pikiran mulai menari-nari bagaikan penari ballet yang lues gerak likuk tubuhnya.

Ketika sang pemuda mulai mengaduk, green tea dan gula pun ikut mengeluarkan melodi yang khas bagaikan aransemen blues klasik. sang pemuda pun mulai menuju tempat ternyaman dengan membawa segelas green tea yang mempunyai aroma ciri khas, ketika sang pemuda memilih soffa untuk tempat duduknya, ia pun mulai mengambil sebatang rokok dan mulai menyalakan dengan sebatang korek kayu dan tak sengaja menimbulkan nada yang khas, disini sang pemuda mulai menikmati awal kehidupannya dengan berimajinasi yang mulai ia tulis di catatan kecilnya.

Ia mulai menulis judul yang bertuliskan ketika pecandu kopi kehilangan secangkir kopinya di selembaran kertas putih yang mempunyai makna kesucian,  ia pun mulai berduet dengan imajinasinya yang ia mulai tulis di catatan kecilnya dipandangannya tulisan-tulisan itu menari-nari bagaikan penari jaipong yang meresapi alunan-alunan tabuhan gamelan yang memiliki bunyi sangat mistik.

Dia mulai mencari permasalahan-permasalahan apa yang menimbulkan ketika sang pecandu kopi mulai kehilangan secangkir kopinya. dan ia mulai merumuskan ketika ia mulai berkhayal mungkin kebiasaan ketika sudah tidak bisa dinikmati, mungkin kita bisa mulai kebiasaan yang berbeda dari kebiasaan sebelumnya. dan seketika itupun memang benar....
..........................
mohon maaf kalau masih banyak kosa kata yang kurang tepat
mohon saran dan masukannya, tiada hasil yang mengkhianati kesungguhan.

wassalamualaikum.wr.wb

Tidak ada komentar:

Posting Komentar