sang penikmat sajaak

Foto saya
Batang, Batang/Jawa tengah, Indonesia

Senin, 29 Juli 2019

Surat dari Sang Maha Pencipta


Saat kau terbangun di pagi hari, Aku memandangimu dan berharap engkau akan berbicara kepadaku, walaupun hanya sepatah kata meminta pendapat-ku atas bersyukur kepadaku atas suatu hal yang indah yang terjadi dalam hidupmu hari ini atau kemarin.

Tetapi, aku melihat engkau begitu sibuk mempersiapkan diri untuk pergi bekerja. Aku kembali menanti saat engkau sedang bersiap, aku tahu akan ada sedikit waktu bagimu untuk berhenti dan                                                                    menyapa-ku, tetapi engkau terlalu sibuk.

Di suatu tempat, engkau duduk di sebuah kursi selama 15 menit tanpa melakukan apapun. Kemudian, aku melihat engkau menggerakkan kakimu. Aku berpikir engkau akan berbicara kepadaku, tetapi engkau berlari ke telepon, dan menelepon seorang teman untuk mendengarkan gosip terbaru. Aku melihatmu saat engkau pergi bekerja dan aku menanti dengan sabar sepanjang hari. 

Dengan semua kegiatanmu, Aku berpikir engkau telah sibuk untuk mengucapkan sesuatu kepadaku. Sebelum makan siang, Aku melihatmu memandang ke sekeliling, mungkin engkau merasa malu untuk berbicara kepadaku, itulah sebabnya mengapa engkau merasa malu untuk berbicara kepadaku, itulah sebabnya mengapa engkau tidak menundukkan kepalamu. Engkau memandang tiga atau empat meja sekitarmu dan melihat beberapa temanmu berbicara dan menyebut namaku dengan lembut sebelum mereka menyantap rezeqi yang ku berikan, tetapi engkau tidak melakukannya.

Yah, tidak apa-apa masih ada waktu yang tersisa dan aku berharap engkau aakaan berbicara kepadaku, meskipun saat engkau akan berbicara kepadaku, meskipun saat engkau pulang ke rumah kelihatannya banyaak hal yang harus kau kerjakan. Setelah tugasmu selesai, engkau menyalakan televisi, aku tidak tahu apakah engkau suka menonton televisi atau tidak, hanya saja engkau selalu kesana dan menghabiskan banyak waktu ssetiap hari di depannya, tanpa memikirkan apapun dan hanya menikmati acara yang ditampilkan. Aku kembali menanti dengan sabar saat engkau menonton televisi dan menikmati makananmu, tetapi kau tetap tidak berbicara kepadaku.

Saat tidur, aku pikir kau merasa terlalu lelah. Setelah mengucapkan selamat malam kepada keluargamu, kau melompat ke tempat tidur tanpa sepatah kata menyebut namaku.

Tidak apa-apa karena mungkin engkau tidak menyadari bahwa aku selalu hadir untukmu. Aku telah bersabar lebih lama dari yang kau sadari. Aku bahkan ingin mengajarkan bagaimana bersabar terhadap orang lain. Aku sangat menyanyangimu, setiap hari aku menantikan sepatah kata do'a, pikiran, atau ucapan syukur dari hatimu.

Baiklah engkau bangun kembali dan aku kembali menanti dengan penuh kasih bahwa hari ini kau akan memberiku sedikit waktu untuk menyapaku. Tapi yang aku tunggu tak jua kau menyapaku. Dari detik ke detik, dari menit ke menit, dari jam ke jam hingga hari berganti lagi, kau masih mengacuhkanku. Tak ada sepatah kata, tak ada seucap do'a, dan tak ada rasa, tak ada harapan, dan keinginan untuk bersujud kepadaku.

Apakah salahku padaamu? rezeqi yang aku limpahkan, kesehatan yang aku berikan, harta yang aku limpahkan, makanan yang aku hidangkan, anak-anak yang aku rahmatkan, apalah hal itu tidaak membuatmu ingat kepadaku?

Percayalah, aku selalu mengasihimu, dan aku tetap berharap suatu saat kau akan menyapaku, memohon perlindungan ku, dan bersujud kepadaku.
(YANG SELALU MENYERTAIMU SETIAP SAAT)      

Dikutip dari Surat dari Sang Maha Pencipta
VANNY CHRISMA W
penullis buku kisah keluarga tikus

  1. DI SINI ALLAH SWT suka mendengarkan curhatan dari hambanya

Minggu, 28 Juli 2019

" Tangisan kadang meringankan beban pikiranmu. Maka, menangislah, tapi renungkanlah segala hal yang terjadi, pasti ada hikmahnya"








Surat dari Sang Maha Pencipta
VANNY CHRISMA W.
(Penulis Buku Kisah Keluarga Tikus)

Kamis, 18 Juli 2019


Goresan pena Kang Santri Hal 167-168
18/07/19
sholeh_yahya








KADO BUAT SANTRI
Dalam muqaddimah kitab Minhajut Tholibin, Imam Nawawi r.a. Berkata :
فاءن الاشتغال بالعلم من افضل الطاعات. واولي ما انفقت فيه نفا ئس الاوقات
Artinya : “ Sesungguhnya menyibukkan diri dengan ilmu adalah ibadah to’at yang paling utama pada ALLAH SWT dan sebaik-baiknya waktu indah yang dipergunakan untuknya ”.
Suatu ketika Sayyid Alawy bin Abbas Al-Maliki pernah ditanya perihal thariqah beliau dan beliaupun menjawab bahwasannya thariqah yang beliau amalkan ialah “ Belajar dan mengajarkan ilmu”.
Imam Syafi’ipun berpendapat bahwasannya “ Istighol bil ilmi” (menyibukkan diri untuk ilmu) itu lebih baik dari pada melakukan sholat sunnah semalam suntuk.
Guru kita pernah berkata bahwasannya : “ Semua Walinya Allah swt itu tidak ada yang bodoh (pasti alim) kalau gak alim jangan punya cita-cita dulu jadi wali”.
“ Jadi kalau kamu ingin jadi kekasihnya ALLAH SWT carilah ilmu dengan sungguh-sungguh biar kamu jadi alim serta menggamalkan ilmunya otomatis kamu jadi Waliyulloh ”, Lanjut beliau.
Mengenal rizqi anak mondok (santri), apakah terjamin ?!?!?!
Ada sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dalam kitab sunannnya (nomor 2345) dari Sayyidina Anas bin Malik : Bahwasannya ada dua orang bersaudara yang mana salah satu dari mereka sibuk bersama Nabi Muhammad saw guna mencari ilmu, dan yang satunya lagi sibuk bekerja untuk membiayai mereka berdua. Lalu sang pemuda pekerja tersebut mengadukan hal tersebut pada Rasulullah saw dan nabi pun memberi jawaban padanya : “ Allah swt memberi rizqi padamu sebab saudaramu itu (pemuda yang menuntut ilmu kepada nabi saw)”.
Jadi kesimpulannya dari hadist di atas anak yang menuntut ilmu agama (syari’at) tidak akan menjadi beban mengenai rizqi keluarganya, bahkan sebaliknya malah menjadi sumber rizqi bagi para keluarga yang berada di rumah.
Begitu pula disaat ia pulang di rumah, ketika ia berpegang teguh dalam agama serta mau mengamalkan ilmunya insyaa allah pasti soal rizqi akan dimudahkan oleh allah swt dan ini selaras dengan beberapa janji allah swt yang terkomendasi dalam Al-Qur’an.







Rabu, 17 Juli 2019


GORESAN PENA
Kang Santri
ü  7 Kitab Hadist Best Seller
1.      Sohih Bukhori
Kitab ini adalah buah karya dari Imam Muhammad bin Ismail bin Ibrohim bin Mughiroh bin Gardizbah, beliau lahir pada tahun 194 H dan wafat tahun 256 H.
2.      Sohih Muslim
Kitab ini adalah buah karya dari Imam Abdul Husain Muslim bin hajjaj bin Muslim Al-Qusyairi, beliau lahir padda tahun 206 H dan wafat pada tahun 261 H.
3.      Muwatto’
Kitab ini adalah buah karya dari Imam Abu Abdillah Malik bin Anas Al-Madaniy. Beliau lahir pada tahun 95 H. Dan beliau wafat pada tahun 179 H.
4.      Sunan Abi Dawud
Kitab ini adalah buah karya dari Imam Sulaiman bin Ash ‘ash bin Ishaq As-Sijjitaniy  beliau lahir pada tahun 202 H dan beliau wafat pada tahun 270 H.
5.      Sunan Tirmidzi
Kitab ini adalah buah karya dari Imam Abu Isa Muhammad bin Isa bin Sauroh As-sulamy beliau lahir pada tahun 209 H. Dan beliau wafat pada tahun 279 H.
6.      Sunan Nasa’i
Kitab ini adalah buah karya dari Imam Abu Abdirrohman Ahmad bin Syu’aib bin Ali An-Nasa’i beliau lahir pada tahun 225 H dan beliau wafat pada tahun 303 H.
7.      Sunan Ibnu Majah
Kitab ini adalah buah karya dari Imam Abu Abdillah Muhammad bin Yazid bin Majah Ar-Rob’iy beliau lahir pada tahun 207 H dan beliau wafat pada tahun 275 H.
Dikutip dari buku saku
Goresan Pena
Kang_santri Hal 127-128
M. Wildan Jauhari
 







Sabtu, 06 Juli 2019

Karena Kau Manusia, Sayangi Manusia

" Memuliakan manusia berarti memuliakan penciptanya. Merendahkan dan menistakan manusia berarti merendahkan dan menistakan pencptanya. "

          >Gus Dur<


" Manusia ditunjuk sebagai wakil tuhan di muka bumi, semestinya harus mempunyai sifat-sifat ketuhanan, seperti pengasih dan penyanyang, bukan malah saling memusuhi dan bertikai. Marilah kita selalu menjaga kemanusiaan dan kehambaan kita, agar kita tetap dimuliakan dan dikasihi tuhan kita "

                >Gus Mus<